Pengalaman Berwisata di Bukit Nglanggeran

KUPU-KUPU BERSAYAP batik perputar meniti angin, hampir mendarat di kelopak bunga merah muda sebelum seekor burung ke paruh nya. Pembunuhan baru saja terjadi di udara, 25 kilo meter tenggara yogyakarta. Kematian datang  dalam syahdu dan diam.

Bukit Nglanggeran

Bukit Nglanggeran

Masyarakat menyebut wilayah itu denggan nama Nglanggeran, berasal dari kata pelangaran, artinya ‘setiap titah jahat akan ketahuan’. Namun, lainya menuturkan, ‘langgeng’ merupakan asal-muasal kata nglanggeran,  berarti ‘desa yang aman tentram ‘. Saya lebih suka yang ke dua ini, karena itulah impresi pertama  yang terpancar dari julang batuan hitam yang di lapisi vegetasi  hijau ini. Bukit Nglanggeran dapat di akses melalui rute wisata dusun Nglanggeran Wetan . Dari pintu masuk rute utara dusun itu, terdapat joglo yang berhadapan dengan sendang kalisong, mata air yang di gunakan untuk keperluan WCK, memasak, minum, maupun pancoran pertanian di Wilayah sekitar Nglanggeran. Perjalanan menuju puncak Nglanggeran di mulai dari sini.

Jalan setapak menuju puncak nglanggeran jika gemuk sedikit lagi saja, saya di pastikan tidak dapat melewatinya. Lima menit usai bertolak dari joglo, adalah song Gudel yang dapat di terjemahkan bebas sebagai ‘ kandang anak kerbau ‘, gudel sendiri berarti ‘anak kerbau’. Song Gudel adalah bebatuan besar yang di sangga batu  kecil mirip goa, yang berberbentuk seperti kandang.

Trek usai  Song Gudel adalah babatuan  vulkanis yang relatif mudah di panjat. Selanjutnya lorong karst sempit denggan batu yang terjepit  di antara ke dua dinding menanti untuk di lalui. Celah himpitnya dua bukit sepanjang  50 meter ini di sebut  shentong,  hanya bisa di lewati persatu, dipermudah denggan tangga kayu. Selanjutnya hanya perlu melewati  semak belukar dan sedikit memanjat bantuan vulkanis  pengunjung akan berhadapan denggan Tlantara Gedhe,  berupa dataran luas yang menghadp wilayah patuk. Perjalanan menjadi  jauh lebih mudah setelah melewati Tlantaran Gehe.

Menuju puncak Gunung gede, puncak tertinggi  Nglanggeran dapat  melalui sumber comberan dengan  jarak tempuh sekitar 15 menit. Sayang sekali beberapa penggnjung mennigalkan tumpukan sampah plastik, membuat suasana antiklimaks. Palingkan wajah ke arah utara dan timur.  Suguhan pemandanggan adalah gunung merapi “modern” yang masih aktif hingga kini.

Nyaris tak tampak  karena tertutup rumput dan semak. Bagi saya sulit membedakan antara jalur pendakian, jalur panduduk yang mencari runput, maupun jalur air saya merasa perjalanan menuju puncak ini lebih sulit daripada sekadar terreking, meski jauh lebih mudah jika di bandingkan mendaki gunung. Permukaan perbukitan ngalanggeran sanggat beragam suatu kali ia membuat saya harus betul –betul memanjat  bebatuan besar, meraba raba bagian mana yang bisa di jadikan pijakan dan peganggan.

Di tempat lain ada lorong sempit pertikal dengan kemiringan hampir 90 derajat. Saking sempitnya, kawasan ekowisata nglanggeran terletak di wilayah Batu Ragung bagian utara Gunung Kidul  pada ketinggian 200-700 meter  dari permukaan laut. Nglanggeran adalah gunung api raksasa yang pernah aktif sekitar 70 juta tahun yang lalu. Konon, dahulu membentang dari gunung kidul hingga merapi, utara Yogyakarta. Beberapa titik di nglanggeran  sering kali di jadikan tempat pertapaan, atau tahun baru jawa. Air dari 28 mata air yang terdapat di Ngelanggeran juga sering di gunakan abdi keraton Yogyakarta sebagi sarana mohon  ketentraman dan ke selamatan.

TIPS:JIKA ANDA TIDAK INGGIN KE TINGGALAN
MOMEN MATAHARI TERBENAM, UPAYAKAN
BERANGKAT TIDAK TERLALU SORE. MANFAATKAN
TALI UNTUK MENDAKI BUKIT BUKIT PENDEK. PERHATIKAN PULA PAPAN-PAPAN PETUNJUK AGAR TIDAK TERSESAT.